Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jadi Sopir itu Berat, Bertaruh Nyawa Menantang Kerasnya Kehidupan Jalanan

Kehidupan jalanan para supir truk memang tidak bisa dikatakan enak-enak saja. Jadi sopir itu berat ! Bertaruh nyawa dijalanan. Apalagi masalah teknis seperti rem blong, ban pecah, truk mogok, mungkin menjadi kendala yang sering mereka temui. Sungguh kalian tak akan sanggup....

Namun, rintangan seperti itu hingga risiko kecelakaan adalah hal berat yang harus mereka hadapi demi mengantarkan barang sampai ke tujuan tanpa ada masalah dengan barang yang dibawa.

Setiap hari supir truk harus menghadapi kemacetan jalan, menahan emosi, makan seadanya, istirahat selagi sempat, dan yang paling berat adalah meninggalkan keluarga di rumah 😥
Foto sriwijayapost.com
Jika ada insiden dijalan, terkadang sopir selalu dirugikan. Jika mobil tersenggol motor, motornya yang minta denda, meski motor posisi salah.

Jika tidak dibayar denda atau Tidak sanggup membayar, kadang di tahan polisi padahal sopir tidak salah. Lapor ke perusahaan oke beres, tapi gaji dipotong untuk perbaikan truk yang lecet.

Gaji harus dipotong tiap bulannya untuk membayar ganti rugi tersebut. Kalau biaya nya besar kadang sopir menerima gaji hanya cukup buat makan saja dan untuk keluarga seadanya. Karena masih terbelenggu hutang ke perusahaan. Kalaupun hutang ditambah pasti akan selalu terbelenggu hutang.

Ketika ditanya apa suka duka nya jadi sopir truk? pasti seorang sopir akan menjawab banyak duka dibanding sukanya.

Contoh kecil, ketika di jalan ditilang polisi karena pajak kendaraan yang mati atau sim yang mati, sebisa mungkin sopir selalu menutupi agar bos tidak tahu. Begitulah duka seorang sopir, maka sewajarnya kita sama sama menghargai mereka yang bertaruh nyawa dijalan demi anak istri tercinta nya.

Jadi sopir itu berat ! Bertaruh nyawa Menantang Kerasnya Kehidupan Jalanan