Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Analisa Pendapatan usaha Bengkel

Menggeluti usaha bengkel tidak bisa sembarang orang, Pengetahuan tentang otomotif seperti motor dan mobil adalah modal utama nya. Jika kita anda berminat membuka bengkel maka perhatikan alur sumber pendapatan yang akan diraih. Artikel ini mungkin bisa membantu atau memberikan stimulus untuk mensupport anda

Sebelum kita bahas analisa pendapatan bengkel, sebaiknya perhatikan poin utama mengapa usaha bengkel punya prospek bagus? Dasar seseorang memilih usaha bengkel itu ada 3 yaitu:
  • Pelanggannya Banyak
  • Tidak perlu mencari Pelanggan
  • Pendapatan Double
  • Pasti Ada Pelanggan

Ada jutaan motor dan mobil yang lalu lalang setiap hari sedangkan pelaku usaha bengkel tidak sebanding dengan jumlah pengguna kendaraan tersebut, artinya dari analisa pendapatan sudah pasti menggiurkan. Mari kita ulas darimana sajakah pendapat bengkel itu?

Pendapatan Penjualan Sparepart

Setiap bengkel akan mendapatkan keuntungan dari penjualan sparepart dan aksesoris. Sistem penjualan bengkel bersumber dari pelanggan yang servis.

Pendapatan dari penjualan sparepart dan aksesoris contohnya Gir, Spion, Handle, Step, Kanvas rem, Ban dan lain sebagainya. Belum lagi jika sembari jual BBM maka pendapatan bengkel akan bertambah. Penjualan dari sparepart keuntungan nya utuh. Umumnya pemilik bengkel mendapatkan persentase keuntungan minimal 20% hingga 60% dari modal.

Pendapatan Dari Jasa

Pendapatan bengkel dari jasa umumnya tidak diikut campurkan dengan pemilik bengkel. Contohnya karyawan bengkel setiap melayani pelanggan akan melakukan penggantian sparepart, sedangkan jasa murni ke karyawan dan pembelian sparepart ke pemilik bengkel.

Analisa pendapat bengkel tersebut berlaku untuk semua bengkel, bagian montir akan mendapatkan pemasukan diluar penjualan bengkel. Beberapa pemilik bengkel ada juga yang memberlakukan fee untuk para karyawan nya ketika berhasil menjual sparepart dengan target yang diberlakukan.